Logo SantriDigital

Keharaman lelaki memakai emas dan sutra serta keharaman wanita keluar musafir

Ceramah
A
Ahmad Khan
4 Mei 2026 4 menit baca 1 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ} رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي Hadirin sekalian wal’izzikum, para tokoh agama, para sesepuh, bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudari kaum muslimin wal muslimat yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sungguh sebuah kehormatan bagi saya bisa hadir di hadapan Bapak, Ibu, dan seluruh hadirin sekalian pada kesempatan yang berbahagia ini. Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Azza Wa Jalla atas segala nikmat karunia-Nya, sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang penuh berkah ini dalam keadaan sehat wal’afiat. Shalawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarga dan para sahabatnya. Pada kesempatan yang singkat ini, saya akan sedikit membahas dua persoalan penting dalam syariat Islam yang seringkali luput dari perhatian kita. Pertama, mengenai keharaman bagi kaum lelaki untuk mengenakan emas dan sutra murni. Kedua, mengenai persyaratan bagi wanita ketika hendak melakukan perjalanan atau musafir. Bapak, Ibu sekalian. Dalam pandangan Islam, ada aturan-aturan yang jelas mengenai pakaian dan perilaku, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Hal ini bukan untuk membatasi, melainkan untuk menjaga kemuliaan, kesucian, dan identitas seorang muslim. Mari kita lihat keharaman emas dan sutra bagi laki-laki. Allah Azza Wa Jalla berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-A'raf ayat 31: {كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ} “Makanlah dan minumlah, dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” Ayat ini secara umum memerintahkan kita untuk tidak berlebih-lebihan dalam segala hal, termasuk dalam hal penampilan. Emas dan sutra murni, menurut ajaran Islam, adalah perhiasan dan pakaian yang khusus diperuntukkan bagi kaum wanita di akhirat kelak. Hal ini diperkuat dengan banyak hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satunya diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ حَرِيرًا فَجَعَلَهُ فِي يَمِينِهِ، وَأَخَذَ ذَهَبًا فَجَعَلَهُ فِي شِمَالِهِ، ثُمَّ قَالَ: «إِنَّ هَذَيْنِ حَرَامٌ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِي». Artinya: “Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil sutra lalu meletakkannya di tangan kanannya, dan mengambil emas lalu meletakkannya di tangan kirinya, kemudian beliau bersabda: ‘Sesungguhnya kedua ini haram bagi laki-laki dari umatku.’” Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: «أُحِلَّ لِإِنَاثِ أُمَّتِي وَحُرِّمَ عَلَى ذُكُورِهَا». Artinya: “Dihalalkan bagi wanita dari umatku dan diharamkan bagi laki-lakinya.” Mengapa demikian? Para ulama menjelaskan bahwa keharaman ini adalah untuk menjaga kehormatan laki-laki, agar tidak menyerupai wanita dalam berhias yang berlebihan, serta agar mereka senantiasa memiliki penampilan yang gagah dan bermartabat. Selain itu, emas pada hakikatnya adalah simpanan berharga yang di dunia ini lebih layak dikelola dan dimanfaatkan oleh kaum wanita sebagai perhiasan mereka. Nah, lalu bagaimana dengan wanita yang keluar musafir? Tentu ada aturan yang perlu dijaga. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam surat An-Nur ayat 31: {وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ} “Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” Dan surat Al-Ahzab ayat 59: {يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا} “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Secara umum, ketika seorang wanita hendak bepergian atau musafir, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar perjalanannya sah sesuai syariat dan dijaga kehormatannya. Salah satunya adalah ditemani oleh mahram. Mahram adalah kerabat dekat yang haram dinikahi selamanya, seperti suami, ayah, kakek, saudara laki-laki, anak laki-laki, paman, dan lain-lain. Ini bukan berarti Islam meremehkan wanita, justru sebaliknya. Islam sangat melindungi wanita. Perjalanan tanpa mahram bagi wanita dapat membahayakan dirinya, baik secara fisik maupun moral, terutama di masa lalu dan bahkan di masa sekarang di banyak tempat. Ini adalah bentuk perlindungan dan penjagaan diri bagi kaum wanita agar terhindar dari fitnah dan bahaya. Tentu saja, ini berlaku untuk perjalanan yang memerlukan jarak tertentu yang disebut dengan safar, bukan sekadar pergi ke pasar di dekat rumah. Hadirin yang dirahmati Allah, Penting bagi kita untuk memahami seluruh aturan syariat ini bukan sebagai beban, melainkan sebagai petunjuk dari Sang Pencipta agar hidup kita selamat dunia dan akhirat. Dengan memahami larangan-larangan ini, kita bisa lebih berhati-hati dalam memilih pakaian, penampilan, dan perilaku kita sehari-hari, baik sebagai pribadi maupun sebagai seorang muslim. Bagi para lelaki, hindari penggunaan emas dan sutra murni. Bagi para wanita, perhatikan syarat-syarat dalam bepergian agar keselamatan dan kehormatan diri senantiasa terjaga. Mari kita jadikan ajaran Islam ini sebagai pedoman hidup kita. Dengan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Insya Allah hidup kita akan mendapatkan keberkahan dan keselamatan. Sebelum saya mengakhiri, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada tutur kata yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian. Semoga apa yang telah kita bahas ini membawa manfaat. Marilah kita tutup pertemuan ini dengan doa. Ya Allah, terimalah amal ibadah kami, kabulkanlah segala doa kami, dan tunjukilah kami jalan yang lurus. Ampuni segala dosa kami, baik yang disengaja maupun yang tidak. Berikanlah kami perlindungan dari segala musibah dan marabahaya. Jadikanlah kami pribadi-pribadi yang taat kepada-Mu dan Rasul-Mu. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →